Senin, 16 Oktober 2017

KONSEP DASAR PENGEMBANGAN KURIKULUM

Konsep Dasar Pengembangan Kurikulum

1. Pengertian Kurikulum 

Secara etimologi, kurikulum (curriculum) berasal dari bahasa Yunani, yaitu curir yang artinya “pelari” dan curere yang berarti “tempat berpacu”. Itu berarti istilah kurikulumberasal dari dunia olah raga pada zaman Yunani Kuno di Yunani, yang mengandung pengertian suatu jarak yang harus ditempuh oleh pelari dari garis start sampai finish, kemudian di gunakan oleh dunia pendidikan.
Secara terminologi, istilah kurikulum digunakan dalam dunia pendidikan, yaitu sejumlah pengetahuan atau kemampuan yang harus ditempuh atau diselesaikan siswa guna mencapai tingkatan tertentu secara formal dan dapat dipertanggung jawabkan. Sedangkan menurut UU No. 20 Tahun 2003 pengertian kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. 
Kurikulum adalah segala sesuatu yang dijalankan, dilaksanakan, direncanakan, diajukan dan diawasi pelaksanaannya yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan, perkembangan siswa agar mampu ikut andil dalam masyarakat dan berguna bagi masyarakat, juga akan berguna masa depannya kelak.
Dalam perjalanannya dunia Pendidikan Indonesia telah menerapkan enam kurikulum, yaitu Kurikulum 1968, Kurikulum 1975, kurikulum1984, Kurikulum 1994, Kurikulum 2004 atau  Kurikulum Berbasis Kompetensi (meski belum sempat disahkan pemerintah, tetapi sempat berlaku di beberapa sekolah piloting project),  Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang dikeluarkan pemerintah melalui Permen Diknas Nomor 22 tentang Standar Isi, Permen Nomor 23 tentang Standar Komnpetensi Lulusan, dan Permen Nomor 24. Dan terakhir kali kurikulum 13. Tentang Pelaksanaan Permen tersebut. Ada rumor yang berkembang dalam masyarakat bahwa ada kesan “Ganti Menteri Pendidikan Ganti Kurikulum.” Kesan itu bisa benar bisa tidak, tergantung dari sudut mana kita memandang. Kalau sudut pandangnya politis, maka pergantian sistem pendidikan nasional, termasuk di dalamnya perubahan kurikulum akan selalu dikaitkan dengan kekuasaan (siapa yang berkuasa).
Namun, kalau sudut pandangnya nonpolitis, pergantian kurikulum merupakan suatu hal yang biasa dan suatu keniscayaan dalam rangka merespons perkembangan masyarakat yang beitu cepat. Pendidikan harus mampu menyesuaikan dinamika yang berkembang dalam masyarakat, terutama tuntutan dan kebutuh masyarakat. Dan itu bisa dijawab dengan perubahan kurikulum. Seorang guru yang nantinya akan melaksanakan kurikulum di kelas melalui proses belajar mengajar, dipandang perlu mengetahui dan memahami kurikulum yang pernah berlaku di Indonesia. Dengan demikian, para guru dapat mengambil bagian yang terbaik dari kurikulum yang berlaku di Indonesia untuk diimplementasikan dalam menjalankan proses belajar mengajar.
Perubahan kurikulum dari waktu kewaktu tidak lain adalah untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan yang diharapkan, namun sejatinya dalam proses pengembangan tersebut terdapat masalah-masalah atau kendala  yang dihadapi dalam proses pengembangan kurikulum.

B.  Masalah-Masalah dalam Pengembangan Kurikulum
Kurikulum merupakan rancangan pendidikan yang merangkum semua pengalaman belajar yang disediakan bagi siswa disekolah. Kurikulum disusun oleh ahli pendidikan, pendidik, pejabat pendidikan serta unsur masyarakat lainnya. Rancangan ini disusun dengan tujuan memberi pedoman kepada pelaksana pendidikan dalam proses bimbingan perkembangan siswa untuk mencapai tujuan yang di cita-citakan siswa sendiri. Kurikulum perlu dikembangkan agar mencapai tujuan yang diharapkan. Untuk mencapai tujuan dari pengembangan kurikulum, para pengembangan perlu memahami berbagai masalah dalam pengembangan kurikulum. Ada berbagai masalah dalam pengembangan kurikulum. Masalah-masalah yang dikaji dalam perkuliahan ini mencakup masalah baik secara khusus maupun umum.
Terdapat berbagai faktor yang menjadi permasalahan khusus  di dalamnya, Antara lain adalah para guru, masyarakat, kepala sekolah, biaya, dan birokasi. Sedangkan di dalam permasalahan umum terdapat beberapa faktor yaitu: Bidang Cakupan (Scope), Relevansi,  Keseimbangan, Artikulasi, Pengintegrasian, Rangkaian (Sekuens), Kontinuitas dan Kemampuan Transfer.
a)      Permasalahan Kurikulum secara khusus
·         Pada guru: guru kurang berpartisipasi dalam pengembangan kurikulum disebabkan beberapa hal yaitu kurang waktu, kekurang sesuaian pendapat, baik dengan sesama guru maupun kepala sekolah & administrator karena kemampuan dan pengetahuan guru sendiri.
·         Dari masyarakat: untuk pengembangan kurikulum dibutuhkan dukungan masyarakat, baik dalam pembiayaan maupun dalam memberikan umpan balik terhadap sistem pendidikan ataupun kurikulum yang sedang berjalan. Masyarakat adalah sumber input dari sekolah.
·         Masalah biaya: untuk pengembangan kurikulum apalagi untuk kegiatan eksperimen baik metode isi atau sistem secara keseluruhan membutuhkan biaya yang sering tidak sedikit. 
·         Kepala sekolah : dalam hal ini seharusnya kepala sekolah mempunyai latar belakang mendalam tentang teori dan praktek kurikulum. Kepala sekolah merupakan peranan yang penting dalam pengembangna kurikulum.
·         Birokrasi : terdiri dari para inspeksi di Kanwil dan juga orang tua maupun tokoh- tokoh masyarakat. Kepala sekolah dan stafnya tidak dapat bekerja dalam kerangka patokan yang ditetapkan oleh Depdikbud.



b)      Permasalahan Kurikulum secara Umum
·         Cakupan (scope)
Bidang cakupan kurikulum meliputi keluasan topik, pengalaman belajar, aktivitas, pengorganisasian unsur-unsur kurikulum serta hubungan pengintegrasian dan pengorganisasian berbagai unsur-unsur kurikulum tersebut.Cakupan (scope) berkaitan dengan penganturan penyampaian pelajaran-pelajaran pada waktu dan tingkatan yang sama.  Dengan kata lain cakupan mengacu pada apa unsur-unsur kurikulum, apa pengelolaan dan hubungan peintegrasian unsur-unsur kurikulum.

Berdasarkan ulasan di atas terdapat permasalahan-permasalahan yang tentunya membutuhkan solusi sabagai pemecahannya, menurut anda apakah solusi-solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan-permasalahan di atas?



DAFTAR PUSTAKA

1.      Sukmadinata, Nana Saodih. 1997. Pengembangan Kurikulum Teori & Praktek, Bandung: Remaja Rosdakarya
2.      Sudjana, Nana 1988. Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum di Sekolah. Bandung: Sinar Baru Algensindo
3.      http://varossita.blogspot.com/2010/10/kendala-dalam-pelaksanaan-pengembangan.html diunduh pada tanggal 19/10/2011, 12:05
4.       Reksoatmodjo, Tedjo Narsoyo. 2010. Pengembangan Kurikulum Pendidikan Teknologi & Kejuruan. Bandung: Refika Aditama
5.       http://fungsiumum.blogspot.com/2013/05/masalah-pengembangan-kurikulum.html

6.      Nasution S. 2008. Asas- Asas Kurikulum, Jakarta: Bumi Aksara


36 komentar:

  1. kurikulum juga merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bu tetapi untuk mencapai tujuan-tujuan itu tentu ada kendala-kendala yang dihadapi.

      Hapus
    2. kendala pasti ada pak ..itulah tugas kita sebagai insan pendidik untuk mencari solusi dari kendala yang ada

      Hapus
  2. Kendala yang ada dalam kurikulum saat ini antara lain pendistribusian buku yang lambat dan tidak merata di sekolah, sarana dan prasarana yang belum mendukung serta kurang adanya pelatihan bagi guru untuk melaksanakan kurikulum di sekolah

    BalasHapus
  3. Kurikulum apapun yang d terapkan, peran guru menjadi Penentu untuk keberhasilan dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya pak kusriadi, guru salah satu penentu keberhasilan tujuan pendidikan.

      Hapus
    2. Saya kira bukan hanya guru sebagai penentu keberhasilan sebuah kurikulum,tetapi semua pihak terkait yg harus saling terintegrasi,termasuk jg didlm nya peran orang tua siswa,itu tambahan dari saya pak

      Hapus
    3. Iya bu rika bnyak komponen penentu dr kberhasilannya.

      Hapus
  4. Kurikulum merupakan rancangan dari pemerintah yang bertujuan untuk menciptakan pembelajaran yang terarah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya pak yudis,mkin salah satu fungsi dari kurikulum adalah agar pemeblajaran menjadi lebih terarah.

      Hapus
  5. Kurikulum dapat diartikan sebagai sebuah dokumen perencanaan yang berisi tentang tujuan yang harus dicapai, isi materi dan pengalaman belajar yang harus dilakukan siswa, strategi dan cara yang dapat dikembangkan, evaluasi yang dirancang untuk mengumpulkan informasi tentang pencapaian tujuan, serta implementasi dari dokumen yang dirancang dalam bentuk nyata.

    BalasHapus
  6. Kurikulum perlu juga disosialisasikan kpada orang tua agar berpartisipasi membantu usaha sekolah dalam memajukan putra putrinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar bu sebab orang tua juga penentu dari kesuksesan sebuah kurikulum

      Hapus
  7. Agar tujuan pnddkn tercapai dpelukn kuriklum yg kuat baik secara infrastruktr maupn suprastrktr

    BalasHapus
    Balasan
    1. semua ini tidak terlepas dari peran pemerintah dalam menentukan skala prioritas dalam pembangunan sarana dan prasarana pendidikan ibu.

      Hapus
  8. KTSP 2013 mantap, siap untuk dilaksanakan sebaik-baik mungkin

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar pak, walau masih banyak yang perlu dibenahi baik dari Sekolah,Guru maupun Siswanya.

      Hapus
  9. KTSP merupakan strategi pengembangan kurikulum untuk mewujudkan sekolah yang efektif, produktif, dan berprestasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. semua kurikulum baik, KTSP, KBK, ataupun Kurikulum 2013 semua tergantung bagaimana kita menyikapinya mbak MONIC.

      Hapus
  10. KTSP merupakan strategi pengembangan kurikulum untuk mewujudkan sekolah yang efektif, produktif, dan berprestasi.

    BalasHapus
  11. kurikulum 2013 bemaksud untuk mengembangkan potensi peserta didik menjadi kemampuan dalam berpikir reflektif.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya ada tiga tujuan pendidikan bagi siswa yaitu menjadikan siswa, aktif, kreatif, dan inovatif.

      Hapus
  12. K13 memang dibuat pemertintah yg pastiny utk mmbuat proses pembelajaran lebih baik, ada baikny pula semua hal yg terkait dgn berjalan ny k13 dari semua pihak mndukung agar k13 bisa berjalan dgn baik 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. pemrintah telah dengan segenap daya dan upaya membuat berbagai program trobasan agar KURTILAS bisa terlaksana dengan baik.

      Hapus
  13. untuk mengentaskan permasalahan kurikulum, solusinya perlu duduk bersama antara kepala sekolah, guru, masyarakat, guna membuat komitmen kurikulam yang akan dilaksanakan disekolah. dari masing-masing bertanggungjawab atas keberadaan dan keterlaksanaan kurkulum terbut.

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar pak memang harus ada sinergitas antara pihak-pihak yang terkait dengan pendidikan agar apa yg diharapkan bisa tercapai.

      Hapus
  14. Nah, bisa kita lihat pergantian kurikulum merupakan suatu hal yang biasa dan suatu keniscayaan dalam rangka merespons perkembangan masyarakat yang beitu cepat. Pendidikan harus mampu menyesuaikan dinamika yang berkembang dalam masyarakat, terutama tuntutan dan kebutuh masyarakat. Karena kurikulum mampu menyesuaikan dalam proses pembelajaran 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. salah satu bentuk perisapan pemerintah dengan selalu membuat inovasi dan perubahan disetiap sendi2 pendidikan tidak terlepas pula dari kurikulum pendidikan kita sekarang ini

      Hapus
  15. Kurikulum pasti selalu membawa sisi positif serta permasalahan dalam setiap kemunculannya, yang terpenting bagaimana guru mengoptimalkan sisi positif tsb

    BalasHapus
    Balasan
    1. duduk di kursi bersama-sama dan mencari solusi agar permasalah dalam kurikulum bisa teratasi.

      Hapus
  16. Betul,karena itu semua elemen yg terlibat dlm kurikukum harus mampu bekerjasama mencari solusi permasalahan pada kurikulum agar kur benar2 mampu mwningkatkan kualitas pendidikan

    BalasHapus
  17. Tiada sesuatu yang sempurna, terus berupaya memperbaiki dan menyempurnakan dalam perjalanan. Niat yang baik niscaya akan menghasilkan sesuatu yang baik.

    BalasHapus
  18. kurikulum adalah kunci penyelenggaraan Pendidikan karena kurikulum memuat segala sesuatu yang wajib di lakukan dan acuan bagi penyelenggara pendidikan. tanpa adanya kurikulum proses pendidikan yang di laksanakan menjadi tidak terarah, berdsarkan hal di atas di harapakan kpada penyelenggara pendidikan wajib memahami kurikulum yg digunakan untuk proses pendidikan yg di lakukan...sebaik2 nya kurikulum juga tidak akan brpengaruh besar yang di timbulkan, tanpa di iringi dengan guru yang berkompeten dan mau serta mampu melaksanakn dan mensosialisasikan dalm lingkungan dunia pendidikan..

    BalasHapus

Evaluasi Pelaksanaan Kurikulum 2013

EVALUASI PELAKSANAAN KURIKULUM 2013 Dalam pelaksanaan kurikulum 2013 yang sudah berjalan beberapa tahun ini banyak evaluasi terhadap ko...