Konsep Dasar
Pengembangan Kurikulum
1. Pengertian Kurikulum
Secara etimologi, kurikulum (curriculum) berasal
dari bahasa Yunani, yaitu curir yang artinya “pelari” dan curere yang berarti
“tempat berpacu”. Itu berarti istilah kurikulumberasal dari dunia
olah raga pada zaman Yunani Kuno di Yunani, yang mengandung pengertian suatu
jarak yang harus ditempuh oleh pelari dari garis start sampai finish, kemudian
di gunakan oleh dunia pendidikan.
Secara terminologi, istilah kurikulum digunakan
dalam dunia pendidikan, yaitu sejumlah pengetahuan atau kemampuan yang harus
ditempuh atau diselesaikan siswa guna mencapai tingkatan tertentu secara formal
dan dapat dipertanggung jawabkan. Sedangkan menurut UU No. 20 Tahun 2003 pengertian
kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan
bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan
kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.
Kurikulum adalah segala sesuatu yang dijalankan, dilaksanakan,
direncanakan, diajukan dan diawasi pelaksanaannya yang bertujuan untuk
memberikan pengetahuan, perkembangan siswa agar mampu ikut andil dalam
masyarakat dan berguna bagi masyarakat, juga akan berguna masa depannya kelak.
Dalam perjalanannya dunia
Pendidikan Indonesia telah menerapkan enam kurikulum, yaitu Kurikulum 1968,
Kurikulum 1975, kurikulum1984, Kurikulum 1994, Kurikulum 2004 atau
Kurikulum Berbasis Kompetensi (meski belum sempat disahkan pemerintah, tetapi
sempat berlaku di beberapa sekolah piloting project), Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang dikeluarkan pemerintah melalui Permen
Diknas Nomor 22 tentang Standar Isi, Permen Nomor 23 tentang Standar
Komnpetensi Lulusan, dan Permen Nomor 24. Dan terakhir kali kurikulum 13.
Tentang Pelaksanaan Permen tersebut. Ada rumor yang berkembang dalam masyarakat
bahwa ada kesan “Ganti Menteri Pendidikan Ganti Kurikulum.” Kesan itu bisa
benar bisa tidak, tergantung dari sudut mana kita memandang. Kalau sudut
pandangnya politis, maka pergantian sistem pendidikan nasional, termasuk di
dalamnya perubahan kurikulum akan selalu dikaitkan dengan kekuasaan (siapa yang
berkuasa).
Namun, kalau sudut pandangnya nonpolitis, pergantian kurikulum
merupakan suatu hal yang biasa dan suatu keniscayaan dalam rangka merespons
perkembangan masyarakat yang beitu cepat. Pendidikan harus mampu menyesuaikan
dinamika yang berkembang dalam masyarakat, terutama tuntutan dan kebutuh
masyarakat. Dan itu bisa dijawab dengan perubahan kurikulum. Seorang guru yang
nantinya akan melaksanakan kurikulum di kelas melalui proses belajar mengajar,
dipandang perlu mengetahui dan memahami kurikulum yang pernah berlaku di
Indonesia. Dengan demikian, para guru dapat mengambil bagian yang terbaik dari
kurikulum yang berlaku di Indonesia untuk diimplementasikan dalam menjalankan
proses belajar mengajar.
Perubahan kurikulum dari waktu kewaktu tidak lain adalah untuk
mengembangkan kurikulum sesuai dengan yang diharapkan, namun sejatinya dalam
proses pengembangan tersebut terdapat masalah-masalah atau
kendala yang dihadapi dalam proses pengembangan kurikulum.
B. Masalah-Masalah
dalam Pengembangan Kurikulum
Kurikulum merupakan rancangan pendidikan yang merangkum semua
pengalaman belajar yang disediakan bagi siswa disekolah. Kurikulum disusun oleh
ahli pendidikan, pendidik, pejabat pendidikan serta unsur masyarakat lainnya.
Rancangan ini disusun dengan tujuan memberi pedoman kepada pelaksana pendidikan
dalam proses bimbingan perkembangan siswa untuk mencapai tujuan yang di
cita-citakan siswa sendiri. Kurikulum perlu dikembangkan agar mencapai
tujuan yang diharapkan. Untuk mencapai tujuan dari pengembangan kurikulum, para
pengembangan perlu memahami berbagai masalah dalam pengembangan kurikulum. Ada
berbagai masalah dalam pengembangan kurikulum. Masalah-masalah yang dikaji
dalam perkuliahan ini mencakup masalah baik secara khusus maupun umum.
Terdapat berbagai faktor yang menjadi permasalahan
khusus di dalamnya, Antara lain adalah para guru, masyarakat, kepala
sekolah, biaya, dan birokasi. Sedangkan di dalam permasalahan umum terdapat
beberapa faktor yaitu: Bidang Cakupan (Scope), Relevansi, Keseimbangan,
Artikulasi, Pengintegrasian, Rangkaian (Sekuens), Kontinuitas dan
Kemampuan Transfer.
a) Permasalahan Kurikulum secara khusus
· Pada
guru: guru kurang berpartisipasi dalam pengembangan kurikulum disebabkan
beberapa hal yaitu kurang waktu, kekurang sesuaian pendapat, baik dengan sesama
guru maupun kepala sekolah & administrator karena kemampuan dan pengetahuan
guru sendiri.
· Dari
masyarakat: untuk pengembangan kurikulum dibutuhkan dukungan masyarakat, baik
dalam pembiayaan maupun dalam memberikan umpan balik terhadap sistem pendidikan
ataupun kurikulum yang sedang berjalan. Masyarakat adalah sumber input dari
sekolah.
· Masalah
biaya: untuk pengembangan kurikulum apalagi untuk kegiatan eksperimen baik
metode isi atau sistem secara keseluruhan membutuhkan biaya yang sering tidak
sedikit.
· Kepala
sekolah : dalam hal ini seharusnya kepala sekolah mempunyai latar belakang
mendalam tentang teori dan praktek kurikulum. Kepala sekolah merupakan peranan
yang penting dalam pengembangna kurikulum.
· Birokrasi
: terdiri dari para inspeksi di Kanwil dan juga orang tua maupun tokoh- tokoh
masyarakat. Kepala sekolah dan stafnya tidak dapat bekerja dalam kerangka
patokan yang ditetapkan oleh Depdikbud.
b) Permasalahan Kurikulum secara Umum
·
Cakupan (scope)
Bidang cakupan kurikulum meliputi keluasan topik, pengalaman
belajar, aktivitas, pengorganisasian unsur-unsur kurikulum serta hubungan
pengintegrasian dan pengorganisasian berbagai unsur-unsur kurikulum
tersebut.Cakupan (scope) berkaitan dengan penganturan penyampaian
pelajaran-pelajaran pada waktu dan tingkatan yang sama. Dengan kata
lain cakupan mengacu pada apa unsur-unsur kurikulum, apa pengelolaan dan
hubungan peintegrasian unsur-unsur kurikulum.
Berdasarkan ulasan di
atas terdapat permasalahan-permasalahan yang tentunya membutuhkan solusi
sabagai pemecahannya, menurut anda apakah solusi-solusi yang tepat untuk mengatasi
permasalahan-permasalahan di atas?
DAFTAR
PUSTAKA
1. Sukmadinata, Nana
Saodih. 1997. Pengembangan Kurikulum Teori & Praktek, Bandung:
Remaja Rosdakarya
2. Sudjana, Nana
1988. Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum di Sekolah. Bandung:
Sinar Baru Algensindo
3. http://varossita.blogspot.com/2010/10/kendala-dalam-pelaksanaan-pengembangan.html
diunduh pada tanggal 19/10/2011, 12:05
4. Reksoatmodjo,
Tedjo Narsoyo. 2010. Pengembangan Kurikulum Pendidikan Teknologi &
Kejuruan. Bandung: Refika Aditama
5. http://fungsiumum.blogspot.com/2013/05/masalah-pengembangan-kurikulum.html
6. Nasution S.
2008. Asas- Asas Kurikulum, Jakarta: Bumi Aksara
kurikulum juga merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan
BalasHapusiya bu tetapi untuk mencapai tujuan-tujuan itu tentu ada kendala-kendala yang dihadapi.
Hapuskendala pasti ada pak ..itulah tugas kita sebagai insan pendidik untuk mencari solusi dari kendala yang ada
HapusKendala yang ada dalam kurikulum saat ini antara lain pendistribusian buku yang lambat dan tidak merata di sekolah, sarana dan prasarana yang belum mendukung serta kurang adanya pelatihan bagi guru untuk melaksanakan kurikulum di sekolah
BalasHapusoh iya bu dian terimakasih solusinya.
HapusKurikulum apapun yang d terapkan, peran guru menjadi Penentu untuk keberhasilan dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan
BalasHapusiya pak kusriadi, guru salah satu penentu keberhasilan tujuan pendidikan.
HapusSaya kira bukan hanya guru sebagai penentu keberhasilan sebuah kurikulum,tetapi semua pihak terkait yg harus saling terintegrasi,termasuk jg didlm nya peran orang tua siswa,itu tambahan dari saya pak
HapusIya bu rika bnyak komponen penentu dr kberhasilannya.
HapusKurikulum merupakan rancangan dari pemerintah yang bertujuan untuk menciptakan pembelajaran yang terarah.
BalasHapusya pak yudis,mkin salah satu fungsi dari kurikulum adalah agar pemeblajaran menjadi lebih terarah.
HapusKurikulum dapat diartikan sebagai sebuah dokumen perencanaan yang berisi tentang tujuan yang harus dicapai, isi materi dan pengalaman belajar yang harus dilakukan siswa, strategi dan cara yang dapat dikembangkan, evaluasi yang dirancang untuk mengumpulkan informasi tentang pencapaian tujuan, serta implementasi dari dokumen yang dirancang dalam bentuk nyata.
BalasHapussetuju bu ...
Hapusdan itu adalah kurikulum menurut UU No 20 tahun 2003
HapusKurikulum perlu juga disosialisasikan kpada orang tua agar berpartisipasi membantu usaha sekolah dalam memajukan putra putrinya.
BalasHapusbenar bu sebab orang tua juga penentu dari kesuksesan sebuah kurikulum
HapusAgar tujuan pnddkn tercapai dpelukn kuriklum yg kuat baik secara infrastruktr maupn suprastrktr
BalasHapussemua ini tidak terlepas dari peran pemerintah dalam menentukan skala prioritas dalam pembangunan sarana dan prasarana pendidikan ibu.
HapusKTSP 2013 mantap, siap untuk dilaksanakan sebaik-baik mungkin
BalasHapusbenar pak, walau masih banyak yang perlu dibenahi baik dari Sekolah,Guru maupun Siswanya.
HapusKTSP merupakan strategi pengembangan kurikulum untuk mewujudkan sekolah yang efektif, produktif, dan berprestasi.
BalasHapussemua kurikulum baik, KTSP, KBK, ataupun Kurikulum 2013 semua tergantung bagaimana kita menyikapinya mbak MONIC.
HapusKTSP merupakan strategi pengembangan kurikulum untuk mewujudkan sekolah yang efektif, produktif, dan berprestasi.
BalasHapuskurikulum 2013 bemaksud untuk mengembangkan potensi peserta didik menjadi kemampuan dalam berpikir reflektif.
BalasHapusya ada tiga tujuan pendidikan bagi siswa yaitu menjadikan siswa, aktif, kreatif, dan inovatif.
HapusK13 memang dibuat pemertintah yg pastiny utk mmbuat proses pembelajaran lebih baik, ada baikny pula semua hal yg terkait dgn berjalan ny k13 dari semua pihak mndukung agar k13 bisa berjalan dgn baik 😊
BalasHapuspemrintah telah dengan segenap daya dan upaya membuat berbagai program trobasan agar KURTILAS bisa terlaksana dengan baik.
Hapusuntuk mengentaskan permasalahan kurikulum, solusinya perlu duduk bersama antara kepala sekolah, guru, masyarakat, guna membuat komitmen kurikulam yang akan dilaksanakan disekolah. dari masing-masing bertanggungjawab atas keberadaan dan keterlaksanaan kurkulum terbut.
BalasHapusbenar pak memang harus ada sinergitas antara pihak-pihak yang terkait dengan pendidikan agar apa yg diharapkan bisa tercapai.
HapusNah, bisa kita lihat pergantian kurikulum merupakan suatu hal yang biasa dan suatu keniscayaan dalam rangka merespons perkembangan masyarakat yang beitu cepat. Pendidikan harus mampu menyesuaikan dinamika yang berkembang dalam masyarakat, terutama tuntutan dan kebutuh masyarakat. Karena kurikulum mampu menyesuaikan dalam proses pembelajaran 😊
BalasHapussalah satu bentuk perisapan pemerintah dengan selalu membuat inovasi dan perubahan disetiap sendi2 pendidikan tidak terlepas pula dari kurikulum pendidikan kita sekarang ini
HapusKurikulum pasti selalu membawa sisi positif serta permasalahan dalam setiap kemunculannya, yang terpenting bagaimana guru mengoptimalkan sisi positif tsb
BalasHapusduduk di kursi bersama-sama dan mencari solusi agar permasalah dalam kurikulum bisa teratasi.
HapusBetul,karena itu semua elemen yg terlibat dlm kurikukum harus mampu bekerjasama mencari solusi permasalahan pada kurikulum agar kur benar2 mampu mwningkatkan kualitas pendidikan
BalasHapusTiada sesuatu yang sempurna, terus berupaya memperbaiki dan menyempurnakan dalam perjalanan. Niat yang baik niscaya akan menghasilkan sesuatu yang baik.
BalasHapuskurikulum adalah kunci penyelenggaraan Pendidikan karena kurikulum memuat segala sesuatu yang wajib di lakukan dan acuan bagi penyelenggara pendidikan. tanpa adanya kurikulum proses pendidikan yang di laksanakan menjadi tidak terarah, berdsarkan hal di atas di harapakan kpada penyelenggara pendidikan wajib memahami kurikulum yg digunakan untuk proses pendidikan yg di lakukan...sebaik2 nya kurikulum juga tidak akan brpengaruh besar yang di timbulkan, tanpa di iringi dengan guru yang berkompeten dan mau serta mampu melaksanakn dan mensosialisasikan dalm lingkungan dunia pendidikan..
BalasHapus