EVALUASI PELAKSANAAN KURIKULUM 2013
Dalam pelaksanaan kurikulum 2013 yang
sudah berjalan beberapa tahun ini banyak evaluasi terhadap komponen-komponen
dari Kurikulum 2013 itu sendiri, baik dari : (1) tujuan; (2) materi atau bahan
ajar; (3) strategi, mengajar; (4) evaluasi/penilaian. Keempat
komponen tersebut memiliki keterkaitan yang erat dan tidak bisa dipisahkan.
Untuk lebih jelasnya, di bawah ini akan diuraikan evaluasi masing-masing
komponen tersebut.
1.
Tujuan
Dalam kurikulum, tujuan memegang
peranan penting, akan mengarahkan semua kegiatan pengajaran dan mewarnai komponen-komponen
lainnya.Tujuan ini
memiliki manfaat antara lain:
1. Menentukan tujuan proses belajar mengajar
2. Marancang strategi
3. Memilih media pembelajaran;
4. Menyusun instrumen tes pada proses evaluasi;
5. Melakukan tindakan perbaikan atau improvement pembelajaran;
6. Guru mempunyai arahan untuk memilih bahan
pembelajaran dan memilih prosedur(metode) mengajar;
7. Setiap guru mempunyai batas-batas tugas dan
wewenangnya dalam mengajarkan suatu bahan;
8. Guru mempunyai patokan dalam menilai kemajuan
belajar siswa;
2.
Komponen/ Isi materi
Siswa belajar dalam bentuk interaksi
dengan lingkungannya, lingkungan orang-orang, alat-alat, dan ide-ide. Tugas
utama seorang guru adalah menciptakan lingkungan tersebut, untuk mendorong
siswa melakukan interaksi yang produktif dan memberikan dirancang dalam suatu
rencana mengajar. Dalam menentukan materi pembelajaran atau bahan ajar
tidak lepas dari filsafat dan teori pendidikan dikembangkan. Pada kurikulum
2013 perlu ada evaluasi terhadap materi pada pelajaran, terlalu banyak materi yang harus dikuasai siswa sehingga tidak
setiap materi bisa tersampaikan dengan baik, belum lagi persoalan guru yang
kurang berdedikasi terhadap mata pelajaran yang dia ampu.
3.
Strategi mengajar
Penyusunan bahan ajar berhubungan erat dengan strategi
atau metode belajar. Pada waktu guru menyusun suatu bahan ajar, ia juga harus
memikirkan strategi mengajar yang sesuai untuk menyajikan bahan ajar. Pada
penerapan kurikulum 2013 ada satu pendekatan yang digunakan dalam proses pembelajaran
yaitu pendekatan saitifik. Pendekatan saintifik merupakan
kerangka ilmiah pembelajaran yang diusung oleh Kurikulum 2013. Langkah-langkah
pada pendekatan saintifik merupakan bentuk adaptasi dari langkah-langkah ilmiah
pada sains. Proses pembelajaran dapat dipadankan dengan suatu proses ilmiah,
karenanya Kurikulum 2013 mengamanatkan esensi pendekatan saintifik dalam
pembelajaran.
4.
Evaluasi /penilaian
Salah satu permasalahan dari
pelaksanan kurikulum 2013 adalah Aspek penilaian . Guru-guru mengalami
kesulitan dalam melakukan penilaian lantaran ada empat aspek yang harus
dinilai, seperti spiritualitas, sosial, pengetahuan, dan keterampilan murid. Banyak
guru yang mengaku tidak bisa memberikan penilaian secara optimal karena
banyaknya jumlah siswa. Selain itu terlalu banyak format dan system penilaian
yang harus dilakukan oleh guru mulai dari penyusunan redaksi soal yang harus
sesuai dengan pemetaan KD sampai dengan perekapan hasil yang dicapai
siswa.diharapkan kementerian pendidikan dan Kebudayaan segera mengevaluasi
kurikulum 2013. "Sebaiknya pemerintah bisa menyederhanakan aspek
penilaiannya dan memangkas jumlah mata pelajarannya karena itu membuat bingung
guru, siswa, dan wali murid.