Senin, 06 November 2017

Evaluasi Pelaksanaan Kurikulum 2013

EVALUASI PELAKSANAAN KURIKULUM 2013

Dalam pelaksanaan kurikulum 2013 yang sudah berjalan beberapa tahun ini banyak evaluasi terhadap komponen-komponen dari Kurikulum 2013 itu sendiri, baik dari : (1) tujuan; (2) materi atau bahan ajar; (3) strategi, mengajar; (4) evaluasi/penilaian.  Keempat komponen tersebut memiliki keterkaitan yang erat dan tidak bisa dipisahkan. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini akan diuraikan evaluasi masing-masing komponen tersebut.

1.      Tujuan
Dalam kurikulum, tujuan memegang peranan penting, akan mengarahkan semua kegiatan pengajaran dan mewarnai komponen-komponen lainnya.Tujuan ini memiliki manfaat antara lain:
1.      Menentukan tujuan proses belajar mengajar
2.      Marancang strategi
3.      Memilih media pembelajaran;
4.      Menyusun instrumen tes pada proses evaluasi;
5.      Melakukan tindakan perbaikan atau improvement pembelajaran;
6.      Guru mempunyai arahan untuk memilih bahan pembelajaran dan memilih prosedur(metode) mengajar;
7.      Setiap guru mempunyai batas-batas tugas dan wewenangnya dalam mengajarkan suatu bahan;
8.      Guru mempunyai patokan dalam menilai kemajuan belajar siswa;

2.      Komponen/ Isi materi
Siswa belajar dalam bentuk interaksi dengan lingkungannya, lingkungan orang-orang, alat-alat, dan ide-ide. Tugas utama seorang guru adalah menciptakan lingkungan tersebut, untuk mendorong siswa melakukan interaksi yang produktif dan memberikan dirancang dalam suatu rencana mengajar. Dalam menentukan materi pembelajaran atau bahan ajar tidak lepas dari filsafat dan teori pendidikan dikembangkan. Pada kurikulum 2013 perlu ada evaluasi terhadap materi pada pelajaran, terlalu banyak materi yang harus dikuasai siswa sehingga tidak setiap materi bisa tersampaikan dengan baik, belum lagi persoalan guru yang kurang berdedikasi terhadap mata pelajaran yang dia ampu.

3.      Strategi mengajar
Penyusunan  bahan ajar berhubungan erat dengan strategi atau metode belajar. Pada waktu guru menyusun suatu bahan ajar, ia juga harus memikirkan strategi mengajar yang sesuai untuk menyajikan bahan ajar. Pada penerapan kurikulum 2013 ada satu pendekatan yang digunakan dalam proses pembelajaran yaitu pendekatan saitifik. Pendekatan saintifik merupakan kerangka ilmiah pembelajaran yang diusung oleh Kurikulum 2013. Langkah-langkah pada pendekatan saintifik merupakan bentuk adaptasi dari langkah-langkah ilmiah pada sains. Proses pembelajaran dapat dipadankan dengan suatu proses ilmiah, karenanya Kurikulum 2013 mengamanatkan esensi pendekatan saintifik dalam pembelajaran.

4.      Evaluasi /penilaian
Salah satu permasalahan dari pelaksanan kurikulum 2013 adalah Aspek penilaian . Guru-guru mengalami kesulitan dalam melakukan penilaian lantaran ada empat aspek yang harus dinilai, seperti spiritualitas, sosial, pengetahuan, dan keterampilan murid. Banyak guru yang mengaku tidak bisa memberikan penilaian secara optimal karena banyaknya jumlah siswa. Selain itu terlalu banyak format dan system penilaian yang harus dilakukan oleh guru mulai dari penyusunan redaksi soal yang harus sesuai dengan pemetaan KD sampai dengan perekapan hasil yang dicapai siswa.diharapkan kementerian pendidikan dan Kebudayaan segera mengevaluasi kurikulum 2013. "Sebaiknya pemerintah bisa menyederhanakan aspek penilaiannya dan memangkas jumlah mata pelajarannya karena itu membuat bingung guru, siswa, dan wali murid.




Evaluasi Pelaksanaan Kurikulum 2013

EVALUASI PELAKSANAAN KURIKULUM 2013 Dalam pelaksanaan kurikulum 2013 yang sudah berjalan beberapa tahun ini banyak evaluasi terhadap ko...