Selasa, 31 Oktober 2017

Implementasi Kurikulum 2013 di SDN 66/IX Sengeti

IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI SDN 66/IX SENGETI

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0128/MPK/KR/2013 tanggal 5 Juni 2013 tentang Implementasi Kurikulum 2013 menetapkan bahwa Kurikulum 2013 diimplementasikan secara bertahap dan terbatas mulai tahun pelajaran 2013/2014. Salah satu sekolah yang menjadi sasaran/piloting Implementasi kurikulum 2013 adalah SDN 66/IX Sengeti, Setelah melalui evaluasi dan masukan dari berbagai kalangan pelaksana di sekolah ditemukan beberapa kendala diantaranya kesiapan guru, ketersediaan buku, dan belum lengkapnya konsep Kurikulum 2013. Mempertimbangkan pentingnya Kurikulum 2013 dan masih ditemukannya beberapa kendala teknis tersebut, maka Menteri Pendidikan dan Kebudayaan melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 160 Tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum Tahun 2006 dan Kurikulum 2013, melakukan penataan kembali implementasi Kurikulum 2013 pada satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah mulai semester dua tahun pelajaran 2014/2015. Penataan implementasi Kurikulum 2013 meliputi penyempurnaan konsep Kurikulum 2013 dan tahapan implementasi Kurikulum 2013 di satuan pendidikan. Satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah yang pada tahun pelajaran 2014/2015 baru satu semester menggunakan Kurikulum 2013, pada semester dua kembali menggunakan Kurikulum Tahun 2006 sampai ada ketetapan dari Kementerian untuk melaksanakan Kurikulum 2013. Sedangkan Satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah yang telah melaksanakan Kurikulum 2013 selama tiga semester tetap menggunakan Kurikulum 2013 dan merupakan satuan pendidikan rintisan penerapan Kurikulum 2013. Menindaklanjuti kebijakan tersebut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan,
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Keputusan Nomor 022/H/KR/2015 tanggal 2 April 2015 telah menetapkan sekolah rintisan implementasi Kurikulum 2013. Sekolah  rintisan tersebut terdiri atas sekolah  sasaran, mandiri, dan  pelaksana Kurikulum 2013 satu semester yang telah diverifikasi oleh BAN S/M dan disetujui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Terhadap Sekolah rintisan tersebut, pada tahun anggaran 2015 diberikan pembinaan dalam bentuk pelatihan dan pendampingan Kurikulum 2013. Pelaksanaan pelatihan Kurikulum 2013 bagi guru dilakukan oleh Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan. Sedangkan pendampingan implementasi Kurikulum 2013 dilakukan oleh Direktorat Pembinaan
SDN 66[IX Sengeti sebagai salah satu sekolah sasaran dalam Implemntasi Kurikulum 2013, selama perjalanan pelaksanaan Kurikulum 2013 ini banyak sekali kendala-kendla yang dihadapi pihak sekolah sebagai salah satu penyelenggara dari kurikulum ini. Berikut adalah beberapa permasalaha yang di hadapi oleh SDN 660IX sengeti selama menjalankan Kurikulum 2013.
1.      Tidak ada evaluasi menyeluruh terhadap uji coba penerapan Kurikulum 2013 setelah setahun penerapan di sekolah-sekolah yang ditunjuk.
3.   Kompetensi Spiritual dan Sikap terlalu dipaksakan sehingga menganggu substansi keilmuan dan menimbulkan kebingungan dan beban administratif berlebihan bagi para guru.
4.      Metode penilaian sangat kompleks dan menyita waktu sehingga membingungkan guru dan mengalihkan fokus dari memberi perhatian sepenuhnya pada siswa.
5.      Ketidaksiapan guru menerapkan metode pembelajaran pada Kurikulum 2013 yang menyebabkan beban juga tertumpuk pada siswa sehingga menghabiskan waktu siswa di sekolah dan di luar sekolah.
6.      Ketergesa-gesaan penerapan menyebabkan ketidaksiapan penulisan, pencetakan dan peredaran buku sehingga menyebabkan berbagai permasalahan di ribuan sekolah akibat keterlambatan atau ketiadaan buku.
7.     Banyak kesalahan dalam penulisan isi buku khususnya pada pemetaan KD
8.      Berganti-gantinya regulasi kementerian akibat revisi yang berulang. Daftar masalah ini menjadi salah satu pertimbangan Mendibud Anies Baswedan memberlakukan penerapan kurikulum 2013 terbatas pada sekolah yang telah memakainya selama tiga semester. Sedangkan sekolah yang baru menerapkan kurikulum 2013 selama satu semester diimbau kembali memakai KTSP.
9.      Kurangnya pelatihan bagi guru-guru sehingga masih banyak guru yang belum mengetahui elemen perubahan dari kurikulum sebelumnya, sehingga banyak guru yang mengajar masih menggunakan cara pada kurikulum 2006 (KTSP).

41 komentar:

  1. Bagaimana cara bpak sebagai guru di SD tersebut menyikapi beberapa kendala yg di hadapi utk k13 itu ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. masing-masing permasalah tentu ada solusi tergantung dari mana permasalahan itu sendiri datangnya, contoh kalau permasalahannya kurangnya pemahaman guru tentang kurtilas berarti permasalahannya datang dari guru maka guru tersebut bisa meningkatkan kompetensinya baik melalui wadah KKG maupun mengikuti keg pelatihan yang lain.

      Hapus
  2. Apa perbedaan kompetensi peserta didik pada Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin tidak ada perbedaan hanya pada kurtilas mungkin lebih dipertegas tengtang kompetensi yang harus diperoleh peserta didik,

      Hapus
  3. Butuh waktu supaya guru guru kita dapat move on dari ktsp ke k13 😅👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. semua memeng butuh proses pak, agar kita guru siap mengahdapi perubahan kurikulum dalam dunia pendidikan kita.

      Hapus
  4. Setiap perubahan kurikulum pasti memerlukan waktu untuk proses pencapaiannya,kerjasama dari semua pihakyang terkait sangat dibutuhkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar bu keberhasilan suatu kurikulum bukanlah suatu yg instan.

      Hapus
  5. Penilaian yg begitu kompleks sudah tentu sangat menyulitkan guru.bagaimana solusi mensiasati agar guru di sekolah anda menghilangkan kebingungan guru terhadap penilaian tersebut

    BalasHapus
  6. Banyak jalan menuju roma...bagi guru bsa menyampaikn peemasalah trsebut dalam wadah kkg,meminta bantuan dg guru yg sdh faham akan penilaian dalam kurtilas.

    BalasHapus
  7. ass bpk, pada dasarnya kurikulum 2013 merupakan penyempurnaan kurikulum sebelumnya, dari filosofi diatas mengapa dalam penerapan kurikulum 2013 dapat dikatakan beban berat bagi pendidik dalam menjalankan kurikulum tersebut, sedangkan kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang telah disusun berdasarkan kebutuhan pendidikan nasional. dari permasalahan diatas menurut bpk apa yang kurang dari penerapan k13 jika dilihat dari berbagai sisi tidak hanya dari tenaga pendidik?

    BalasHapus
    Balasan
    1. seabagimana banyak dijelaskan oleh bnyak pihak, bahwa kurtilas adalah suatu kurikulum yang terkesan dipaksakan sehingga banyak permasalahn2 yang timbul dari pelaksanaan kurtilas ini sendiri, bukan hanya dari PTK yg belum siap, tetapi dari buku2 siswa dan guru yg belum sempurna sampai kepada sistem penilaian yang sangat-sangat menguras waktu dan pikiran guru.

      Hapus
  8. Kompetensi Spiritual dan Sikap terlalu dipaksakan sehingga menganggu substansi keilmuan dan menimbulkan kebingungan dan beban administratif berlebihan bagi para guru,ini maksudnya apa ya pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar bu sebagaimana kita ketahui bahwa dalam penilaian kompetensi sikap spritual dan sisoal bnyak sikap yang harus kita amati, contoh sikap disiplin dari sikap disiplin ini ada indikator yang harus kita amati dan tentu ini membuthkan perhatian khusus, sehingga substansi ilmu dalam hal ini matari tentu kurang tersampaikan, sehingga apa yg menjadi tujuan dari pembelajaran kurang tercapai.

      Hapus
  9. Menurut bapak bagaimana cara memberikan penilaian pada saat pembelajaran berlangsung sementara kita harus fokus kepada peserta didik yang belum paham pelajaran pada saat itu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. penialain bisa kita lakukan baik dalam proses, dan setelah proses, penilaian yg dilakukan setelah proses untuk mengukur ketercapain siswa terhadap tujuan pembelajaran, penilaian yang dilakukan pada saat proses bisa saja penilaian sikap yang kita tuangkan dalam jurnal pengamatan.

      Hapus

  10. Guru sebagai pelaku utama dalam dunia pendidikan harus siap dengan segala perubahan kebijakan, meskipun tidak kita sukai. Saat ini yang dibutuhkan adalah peran nyata, untuk terus melakukan sosialisasi kurikulum 2013, agar para guru benar-benar siap mengimplementasikannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang pada awal pelaksanaan kurtilas banyak pihak yang menolak kehadirannya lebih khusus lagi para guru, selain banyak yg harus disiapkan baik dari segi penilaian maupun yang lainnya, tetapi seiring waktu semakin mantapnya kurtilas dg semua penyempurnaanya kita guru sudah bisa menyesuaikan diri dg kurtilas ini.

      Hapus
  11. Dalam implementasi kurikulum pada sat penanaman sikap diri siswa tidak mendapatkan respon dan kemandirian siswa tidak terarah sikap ketergantungn satu sama lain sulit di hilangkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. disitulah peran guru dalam merancang suatu proses pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk percaya diri dalam segala hal, baik penyelesaian tugas ataupun kemandiriannya.

      Hapus
  12. Kompetensi sikap spritual dan sosial yang diberikan itu hanya referensi bukan sebuah keharusan tapi diserahkan kepada sekolah dan disesuaikan dengan kondisi sekolah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. berdasarkan latar belakang kurtilas, bahwa semakin merosotnya moral dan ahlak pada kaum muda sekarang khususnya siswa dan siswi, maka pemerintah mengedepankan khusus sikap spritual dan sosial khususnya dalam penilaian terhadaop peserta didik.

      Hapus
  13. Implementasi kurikulum 2013 menuntut guru lebih aktif,kreatif,dan kreatif.Bagaimana cara mekestarikan dan mempertahankan budaya tersebut ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya rasa apapun kurikulum yg kita gunakan, aktif, kreatif, dan inovatif harulah guru miliki,guru garus lagi mencari-dan mencari kreasi2 baru dalam pembelajaran.

      Hapus
  14. Dalam implementasi kurikulum 2013 ini tentunya guru dituntut untuk lebih meningkatkan kinerjanya. Pengetahuan, keterampilan, dan sikap dari pendidik ini sangat diperlukan agar dapat melaksanakan kurikulum 2013 sesuai dengan amanat kurikulum. Bukankah untuk menciptakan generasi berpengetahuan tinggi, berketerampilan, dan berkarakter bagus diperlukan guru yang pengetahuan, keterampilan, dan karakternya dapat diandalkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar bu aktif,kreatif, inovatif dan berkarakter yang baik haruslah dimiliki guru dalam melaksanakan kurtilas ini.

      Hapus
  15. mencakup segala aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai. Dengan demikian akan dapat memantau perkembangan kemampuan siswa;

    BalasHapus
    Balasan
    1. di setiap aspek nilai yg diharapkan terdapat berbagai tehnik penilaian, baik itu sikap spritual dan sosial, keterampilan maupun pengetahuan.

      Hapus
  16. Kurikulum 2013, menuntut guru untuk menjadi lebih kreatif dan inovatif. Artinya, guru harus menjadi manusia pembelajar. Permasalahannya, masih banyak guru yang belum mau menjadi manusia pembelajar. Padahal, seorang guru dituntut untuk terus menambah pengetahuan dan memperluas wawasannya, terlebih setelah diberlakukannya kurikulum 2013.

    BalasHapus
    Balasan
    1. jadi ingat program pak menteri kita yang lama, pak anis salah satu program beliah adalah guru pembelajar,guru yang ideal yang terus belajar dan mengembangkan (upgrade) diri di setiap saat dan di manapun. Guru terus belajar dan mengembangkan diri bukan untuk pemerintah atau kepala sekolah, tapi memang sejatinya setiap pendidik atau guru adalah pembelajar

      Hapus
  17. setiap suatu hal yg baru pasti memiliki hambatannamun dengan adanya Perubahan kurikulum KTSP menjadi kurikulum 2013 ini memang merupakan suatu langkah maju dari pemerintah Indonesia untuk menciptakan generasi yang lebih baik dan berkualitas.

    BalasHapus
  18. bagaimana proses kurikulum bisa trlaksana dengan baik jika kurangnya pelatihan bagu guru-guru yang belum mengetahui atau memahami elemen perubahan dari kurikulum sebelumnya sehingga masih bnyak trdapat sbaguan guru mengajar dengan menggunakan cara atau metode lama yaitu kurikulum 2006 (KTSP)..

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu adalah satu permasalahan dari pelaksanaan, jumlah guru yang banyak mungkin dengan anggaran yang terbatas sehingga blm semua guru tersentuh pelatihan kurtilas ini.

      Hapus
  19. Bagaimana penilaian pembelajaran dalam kurukulum 2013?

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang penilaian dalam kurtilas membutuhkan tehnik dan waktu sehingga guru harus lebih ekstra untuk penilain kurtilas ini.

      Hapus
  20. Dengan memperhatikan hasil survei yang bapak lakukan dapat diketahui bahwa sekolah tersebut belum siap melaksanakan kurikulum 2013 ini ditandai dengan tidak siapnya guru tidak siapnya sarana dan tidak siapnya penilaian yang dilakukan. Untuk perlu pemahaman guru dan stekholder yang ada terhadap kurikulum 2013 dan implementasinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. diawal memang sekolah saya blm siap, ini dibuktikan dengan peaturan bhwa sekolah boleh memilih mau lanjut ke kurtilas atau kembali k ktsp, kami sepakat kembali k ktsp, tapi seiring waktu sekolah saya mulai berangsur2 mulai memahami kurtilas ini.

      Hapus
  21. Nah, Ketidaksiapan guru menerapkan metode pembelajaran pada Kurikulum 2013 yang menyebabkan beban juga tertumpuk pada siswa sehingga menghabiskan waktu siswa di sekolah dan di luar sekolah.😊

    BalasHapus
  22. Memang k-13, sudah dihadapan kita, tinggal kita yg menyikapi bagaimana cara melaksanakanya disekolah agar tercapainya pembelajaran yg efektif dan berkualitas...wslm...

    BalasHapus
  23. Transisi kurikulum ini memang jd kendala dalam penerapan nya namun ketidak siapa itu jangan menjadi problem kita sebagai pendidik, sehingga apapun model terbaru itu justru menambah semangat baru bagi kita

    BalasHapus
  24. Ketidaksiapan guru menerapkan metode pembelajaran pada Kurikulum 2013 yang menyebabkan beban juga tertumpuk pada siswa. Dari permaslah itu menurut pendpat anda bagaimna cara mengatasi maslah tersebut?

    BalasHapus

Evaluasi Pelaksanaan Kurikulum 2013

EVALUASI PELAKSANAAN KURIKULUM 2013 Dalam pelaksanaan kurikulum 2013 yang sudah berjalan beberapa tahun ini banyak evaluasi terhadap ko...