Senin, 23 Oktober 2017

KOMPONEN-KOMPONEN KURIKULUM

Komponen-komponen Kurikulum
Kurikulum memiliki lima komponen utama, yaitu : (1) tujuan; (2) materi atau bahan ajar; (3) strategi, mengajar; (4) organisasi kurikulum; (5) evaluasi dan (6) penyempurnaan pengajaran.  Kelima komponen tersebut memiliki keterkaitan yang erat dan tidak bisa dipisahkan. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini akan diuraikan tentang masing-masing komponen tersebut.

1.      Tujuan
Dalam kurikulum, tujuan memegang peranan penting, akan mengarahkan semuaa kegiatan pengajaran dan mewarnai komponen-komponen lainnya. Tujuan kurikulum berdasarkan dua hal. Pertama, perkembangan Tujuan kurikulum pada hakikatnya adalah tujuan dari setiap program pendidikan yang akan diberikan pada anak didik Dalam perspektif pendidikan nasional, tujuan pendidikan nasional dapat dilihat secara jelas dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistrm Pendidikan Nasional, bahwa : " Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab".
Tujuan pendidikan antara lain:

a. Tujuan Pendidikan Nasional
Tujuan ini merupakan tujuan pendidikan yang paling tinggi dalam herarki tujuan-tujuan pendidikan yang ada, bersifat ideal dan umum. Undang-Undang no. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional menjelaskan tujuan Pendidikan Nasional adalah “menjadikan manusia Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.
Tujuan tersebut dilengkapi oleh Peraturan Pemerintah no. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, tujuannya adalah membentuk peserta didik menjadi manusia seutuhnya, yang memiliki ilmu pengetahuan dan kecakapan serta beriman dan mempunya tanggung jawab sebagai warga Negara.
Tujuan Pendidikan Nasional yang tertulis di UU dan PP memiliki kesamaan dengan tujuan pendidikan Islam yang tertulis pada Peraturan Menteri Agama no. 2 tahun 2008 tentang Standar Kompetensi  Lulusan dan Standar Isi Pendidikan Keagamaan dan Bahasa Arab, yaitu menciptakan manusia yang beriman dan bertakwa sebagai pribadi, dan memiliki rasa tanggung jawab sebagai manusia sosial.
b. Tujuan Institusional
Tujuan Institusional atau tujuan tingkat satuan pendidikan adalah tindak lanjut dari tujuan nasional. artinya tujuan tingkat satuan pendidikan mesti menggambarkan kelanjutan dan hubungan yang kuat dengan tujuan pendidikan nasional. Tujuan tersebut dikenal dengan tujuan pendidikan dasar, tujuan pendidikan menengah dan tujuan pendidikan tinggi.
c. Tujuan Kurikuler
Tujuan kurikuler dikenal dengan standar kompetensi adalah tindak lanjut dari tujuan tingkat satuan pendidikan dalam melaksanakan kegiatan pendidikan dari satuan pendidikan. Berdasarkan peraturan menteri pendidikan nasional, tujuan kurikuler tersusun menjadi standar kompetensi kelompok mata pelajaran, standar kompetensi mata pelajaran.
d. Tujuan Instruksional
Tujuan instruksional atau standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran merupakan tujuan terakhir dari tiga tujuan pendidikan diatasnya. Tujuan ini bersifat operasional dimana tujuan tersebut diharapkan dapat tercapai pada saat proses belajar mengajar yang bersifat langsung. Oleh karena itu, para pendidik memiliki tugas menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).
Pencapaian tujuan instruksional ini tergantung kondisi proses pembelajaran yang ada, baik kompetensi pendidik, fasilitas belajar, peserta didik, metode pembelajaran, lingkungan, dan faktor yang lain
2.      Komponen/ Isi materi
Siswa belajar dalam bentuk interaksi dengan lingkungannya, lingkungan orang-orang, alat-alat, dan ide-ide. Tugas utama seorang guru adalah menciptakan lingkungan tersebut, untuk mendorong siswa melakukan interaksi yang produktif dan memberikan dirancang dalam suatu rencana mengajar.[2]Dalam menentukan materi pembelajaran atau bahan ajar tidak lepas dari filsafat dan teori pendidikan dikembangkan. Seperti telah dikemukakan di atas bahwa pengembangan kurikulum yang didasari filsafat klasik (perenialisme, essensialisme, eksistensialisme) penguasaan materi pembelajaran menjadi hal yang utama. Dalam hal ini, materi pembelajaran disusun secara logis dan sistematis, dalam bentuk :
a.       Teori; seperangkat konstruk atau konsep, definisi atau preposisi yang saling berhubungan, yang menyajikan pendapat sistematik tentang gejala dengan menspesifikasi hubungan – hubungan antara variabel-variabel dengan maksud menjelaskan dan meramalkan gejala tersebut.
b.      Konsep; suatu abstraksi yang dibentuk oleh organisasi dari kekhususan-kekhususan, merupakan definisi singkat dari sekelompok fakta atau gejala.
c.       Generalisasi; kesimpulan umum berdasarkan hal-hal yang khusus, bersumber dari analisis, pendapat atau pembuktian dalam penelitian.
d.      Prinsip; yaitu ide utama, pola skema yang ada dalam materi yang mengembangkan hubungan antara beberapa konsep.
e.       Prosedur; yaitu seri langkah-langkah yang berurutan dalam materi pelajaran yang harus dilakukan peserta didik.
f.       Fakta; sejumlah informasi khusus dalam materi yang dianggap penting, terdiri dari terminologi, orang dan tempat serta kejadian.
g.      Istilah, kata-kata perbendaharaan yang baru dan khusus yang diperkenalkan dalam materi.
h.      Contoh/ilustrasi, yaitu hal atau tindakan atau proses yang bertujuan untuk memperjelas suatu uraian atau pendapat.
i.        Definisi:yaitu penjelasan tentang makna atau pengertian tentang suatu hal/kata dalam garis besarnya.
j.        Preposisi, yaitu cara yang digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran dalam upaya mencapai tujuan kurikulum.

3.      Strategi mengajar
Penyusunan sekuens bahan ajar berhubungan erat dengan strategi atau metode belajar. Pada waktu guru menyusun sekuens suatu bahan ajar, ia juga harus memikirkan strategi mengajar yang sesuai untuk menyajikan bahan ajar. Guru merupakan tokoh sentral di dalam proses pembelajaran dan dipandang sebagai pusat informasi dan pengetahuan. Sedangkan peserta didik hanya dianggap sebagai obyek yang secara pasif menerima sejumlah informasi dari guru. Metode dan teknik pembelajaran yang digunakan pada umumnya bersifat penyajian (ekspositorik) secara massal, seperti ceramah atau seminar. Selain itu, pembelajaran cenderung lebih bersifat tekstual.

4.      Evaluasi kurikulum

Evaluasi kurikulum memegang peranan penting, baik untuk penentuan kebijakan pendidikan pada umumnya maupun untuk pengambilan keputusan dalam kurikulum itu sendiri. Hasil – hasil evaluasi kurikulum juga dapat digunakan oleh guru-guru, kepala sekolah dan para pelaksana pendidikan lainnya dalam memahami dan membantu perkembangan peserta didik, memilih bahan pelajaran, memilih metode dan alat-alat bantu pelajaran, cara penilaian serta fasilitas pendidikan lainnya.


DAFTAR PUSTAKA

Nana Syaodih Sukmadinata,pengembangan kurikulu dan praktek,remaja rosdakarya:Bandung halaman 102

Nana Syaodih Sukmadinata,pengembangan kurikulu dan praktek,remaja rosdakarya:Bandung halaman 104
http://yunandra.com/empat-komponen-kurikulum-pendidikan-yunandra


34 komentar:

  1. Dalam kurikulum tujuan sangat memegang peranan penting

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Kurikulum merupakan suatu sistem yang saling berinteraksi antara komponen yang satu dengan yang lainnya untuk mencapai tujuan pendidikan

    BalasHapus
    Balasan
    1. tujuan,materi,strategi dan evaluasi terhadap kurikulum

      Hapus
  4. Tujuan kurikulum tiap tiap satuan pendidikan harus mengacu ke arah pencapaian tujuan pendidikan nasional.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bu apapun yg ada di tujuan istitusional, dan tujuan Instruksional tetaplah bermuara pada tujuan Pendidikan nasional.

      Hapus
  5. Tujuan dalam komponen kurikulum memiliki peranan penting karena merupakan arah kemana dan mau dojadikan bagaimana suatu pendidikan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar bu oleh sebab itu tujuan2 yg diharapkn haruslah bisa terukur.

      Hapus
  6. Komponen Kurikulum adalah bagian2 yang sangat mempengaruhi dalam merancang suatu kurikulum yang benar.:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. pondasi pendidikan yang baik akan menciptakan hasil yang baik pula.

      Hapus
  7. Komponen kurikulum merupakan suatu sistem,untuk itu antar komponen harus saling berkaitan dan saling mendukung dalam meningkaatkan kualitas pendidikan

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bu ada saling keterkaitan antara ke lima komponen kurikulum, sehingga tidak bisa terpisah antara satu dengan yang lainnya.

      Hapus
    2. bnyak beberapa reverensi dari terbentuknya komponen2 kurikulum. mana kah yang sebenarnya ? ada yang mengatakan 4,5, bahkan 6 komponen dari kurikulum ini.

      Hapus
    3. kalau yang dipelajari dan umum ada 5, mulai dari tujuan,materi,stragtegi,media sampai evaluasi.

      Hapus
  8. Diharapkan dengan adanya komponen dalam kurikulum dapat membuat pembelajaran menjadi lebih terarah

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bu sesuai dengan tujuan-tujuan yang telah ditetapkan.

      Hapus
  9. komponen merupakan bagian yg integral dan fungsional yg tidak terpisahkan dari suatu sistem kurikulum. karena komponen itu sendiri mmpunyai peranan yg sangat penting dlam pembentukan sistem kurikulum.. pada dasarnya kurikulum memang benar sebagai pedoman dan acuan bagi kita tenaga pendidik, tetapi tetap tergantung kepada pelaksanaan kurikulum yg trjadi di lapangan dan kurikulum harus senantiasa di kembangkan dan di sempurnakan agar sesuai dengan laju perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. kurikulum disusun dan disesuaikan dengan kebutuhan sekolah masing-masing.

      Hapus
  10. Dalam konteks kurikulum evaluasi dapat berfungsi untuk mengetahui apakah tujuan yang telah ditetapkan telah tercapai atau belum, juga digunakan sebagai umpan balik dalam perbaikan strategi yang ditetapkan. Evaluasi pelaksanaan dalam sekolah dapat dilaksanakan persemester maupun pertahun ajaran

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya peranan evaluasi tdk hanya pada proses tetapi jg pd proses pmbljaran.

      Hapus
  11. Dengan kurikulum mudahkan untuk melakukan kegintan KBM.

    BalasHapus
    Balasan
    1. dengan kurikulum yg baik akan menghasilkan proses KBM yang baik pula.

      Hapus
  12. evaluation to measure all objectives of the curriculum curriculum, both Institutional and Instructional objectives

    BalasHapus
  13. evaluasi merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam pengembangan kurikulum. Evealuasi merupakan komponen untuk melihat efektifitas pencapaian tujuan. Dalam konteks kurikulum, evaluasi dapat berfungsi untuk mengetahui apakah tujuan yang telah ditetapkan telah tercapai atau belum, atau evaluasi digunakan sebagai umpan balik dalam perbaikan strategi yang ditetapkan.

    BalasHapus
  14. evaluasi merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam pengembangan kurikulum. Evealuasi merupakan komponen untuk melihat efektifitas pencapaian tujuan. Dalam konteks kurikulum, evaluasi dapat berfungsi untuk mengetahui apakah tujuan yang telah ditetapkan telah tercapai atau belum, atau evaluasi digunakan sebagai umpan balik dalam perbaikan strategi yang ditetapkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Adakah bagian- bagian evaluasi untuk mngukur masing2 tujuan

      Hapus
  15. Komponen kurikulum tidak dapat dipisahkan antara satu dengan lainnya, komponen tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh dan dinamis.(your visiting in wait at my blog, pleas)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar pak apa bila salah satu kurang mka timpanglh kurikulum itu

      Hapus
  16. Antara komponen yang satu dengan komponen kurikulum yang lain harus saling berkaitan agar mencapai hasil yg maksimal

    BalasHapus
  17. Komponen kurikulum sangat bermanfaat untuk pembelajaran dan tidak dapat dipisahkan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya pak bila semua sesuai antr msing2 komponen

      Hapus
  18. Nah, baik untuk penentuan kebijakan pendidikan pada umumnya maupun untuk pengambilan keputusan dalam kurikulum itu sendiri. 😊

    BalasHapus

Evaluasi Pelaksanaan Kurikulum 2013

EVALUASI PELAKSANAAN KURIKULUM 2013 Dalam pelaksanaan kurikulum 2013 yang sudah berjalan beberapa tahun ini banyak evaluasi terhadap ko...