Komponen-komponen
Kurikulum
Kurikulum
memiliki lima komponen utama, yaitu : (1) tujuan; (2) materi atau bahan ajar;
(3) strategi, mengajar; (4) organisasi kurikulum; (5) evaluasi dan (6)
penyempurnaan pengajaran. Kelima komponen tersebut memiliki
keterkaitan yang erat dan tidak bisa dipisahkan. Untuk lebih jelasnya, di bawah
ini akan diuraikan tentang masing-masing komponen tersebut.
1.
Tujuan
Dalam
kurikulum, tujuan memegang peranan penting, akan mengarahkan semuaa kegiatan
pengajaran dan mewarnai komponen-komponen lainnya. Tujuan kurikulum berdasarkan
dua hal. Pertama, perkembangan Tujuan kurikulum pada
hakikatnya adalah tujuan dari setiap program pendidikan yang akan diberikan
pada anak didik Dalam perspektif pendidikan nasional, tujuan pendidikan
nasional dapat dilihat secara jelas dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003
tentang Sistrm Pendidikan Nasional, bahwa : " Pendidikan nasional
berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa
yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk
berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,
kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung
jawab".
Tujuan pendidikan antara lain:
a. Tujuan Pendidikan Nasional
Tujuan ini merupakan tujuan pendidikan
yang paling tinggi dalam herarki tujuan-tujuan pendidikan yang ada, bersifat
ideal dan umum. Undang-Undang no. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan
nasional menjelaskan tujuan Pendidikan Nasional adalah “menjadikan manusia Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri,
dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.
Tujuan tersebut dilengkapi oleh Peraturan
Pemerintah no. 19 tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan, tujuannya adalah membentuk peserta didik menjadi manusia
seutuhnya, yang memiliki ilmu pengetahuan dan kecakapan serta beriman dan
mempunya tanggung jawab sebagai warga Negara.
Tujuan Pendidikan
Nasional yang tertulis di UU dan PP memiliki kesamaan dengan tujuan pendidikan
Islam yang tertulis pada Peraturan Menteri Agama no. 2 tahun 2008 tentang
Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi Pendidikan Keagamaan dan
Bahasa Arab, yaitu menciptakan manusia yang beriman dan bertakwa sebagai
pribadi, dan memiliki rasa tanggung jawab sebagai manusia sosial.
b. Tujuan Institusional
Tujuan Institusional
atau tujuan tingkat satuan pendidikan adalah tindak lanjut dari tujuan
nasional. artinya tujuan tingkat satuan pendidikan mesti menggambarkan
kelanjutan dan hubungan yang kuat dengan tujuan pendidikan nasional. Tujuan
tersebut dikenal dengan tujuan pendidikan dasar, tujuan pendidikan menengah dan
tujuan pendidikan tinggi.
c. Tujuan Kurikuler
Tujuan kurikuler
dikenal dengan standar kompetensi adalah tindak lanjut dari tujuan tingkat
satuan pendidikan dalam melaksanakan kegiatan pendidikan dari satuan
pendidikan. Berdasarkan peraturan menteri pendidikan nasional, tujuan kurikuler
tersusun menjadi standar kompetensi kelompok mata pelajaran, standar kompetensi
mata pelajaran.
d. Tujuan Instruksional
Tujuan instruksional
atau standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran merupakan tujuan
terakhir dari tiga tujuan pendidikan diatasnya. Tujuan ini bersifat operasional
dimana tujuan tersebut diharapkan dapat tercapai pada saat proses belajar
mengajar yang bersifat langsung. Oleh karena itu, para pendidik memiliki tugas
menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).
Pencapaian tujuan
instruksional ini tergantung kondisi proses pembelajaran yang ada, baik
kompetensi pendidik, fasilitas belajar, peserta didik, metode pembelajaran,
lingkungan, dan faktor yang lain
2.
Komponen/ Isi materi
Siswa
belajar dalam bentuk interaksi dengan lingkungannya, lingkungan orang-orang,
alat-alat, dan ide-ide. Tugas utama seorang guru adalah menciptakan lingkungan
tersebut, untuk mendorong siswa melakukan interaksi yang produktif dan memberikan
dirancang dalam suatu rencana mengajar.[2]Dalam menentukan materi pembelajaran atau
bahan ajar tidak lepas dari filsafat dan teori pendidikan dikembangkan. Seperti
telah dikemukakan di atas bahwa pengembangan kurikulum yang didasari filsafat
klasik (perenialisme, essensialisme, eksistensialisme) penguasaan materi
pembelajaran menjadi hal yang utama. Dalam hal ini, materi pembelajaran disusun
secara logis dan sistematis, dalam bentuk :
a.
Teori; seperangkat konstruk atau konsep, definisi atau
preposisi yang saling berhubungan, yang menyajikan pendapat sistematik tentang
gejala dengan menspesifikasi hubungan – hubungan antara variabel-variabel
dengan maksud menjelaskan dan meramalkan gejala tersebut.
b.
Konsep; suatu abstraksi yang dibentuk oleh organisasi dari
kekhususan-kekhususan, merupakan definisi singkat dari sekelompok fakta atau
gejala.
c.
Generalisasi; kesimpulan umum berdasarkan hal-hal yang khusus, bersumber
dari analisis, pendapat atau pembuktian dalam penelitian.
d.
Prinsip; yaitu ide utama, pola skema yang ada dalam materi yang
mengembangkan hubungan antara beberapa konsep.
e.
Prosedur; yaitu seri langkah-langkah yang berurutan dalam materi
pelajaran yang harus dilakukan peserta didik.
f.
Fakta; sejumlah informasi khusus dalam materi yang dianggap
penting, terdiri dari terminologi, orang dan tempat serta kejadian.
g.
Istilah, kata-kata perbendaharaan yang baru dan khusus yang
diperkenalkan dalam materi.
h.
Contoh/ilustrasi, yaitu hal atau tindakan atau proses yang bertujuan untuk
memperjelas suatu uraian atau pendapat.
i.
Definisi:yaitu penjelasan tentang makna atau pengertian tentang
suatu hal/kata dalam garis besarnya.
j.
Preposisi, yaitu cara yang digunakan untuk menyampaikan materi
pelajaran dalam upaya mencapai tujuan kurikulum.
3.
Strategi mengajar
Penyusunan
sekuens bahan ajar berhubungan erat dengan strategi atau metode belajar. Pada
waktu guru menyusun sekuens suatu bahan ajar, ia juga harus memikirkan strategi
mengajar yang sesuai untuk menyajikan bahan ajar. Guru merupakan tokoh
sentral di dalam proses pembelajaran dan dipandang sebagai pusat informasi dan
pengetahuan. Sedangkan peserta didik hanya dianggap sebagai obyek yang secara
pasif menerima sejumlah informasi dari guru. Metode dan teknik pembelajaran
yang digunakan pada umumnya bersifat penyajian (ekspositorik) secara massal,
seperti ceramah atau seminar. Selain itu, pembelajaran cenderung lebih
bersifat tekstual.
4.
Evaluasi
kurikulum
Evaluasi
kurikulum memegang peranan penting, baik untuk penentuan kebijakan pendidikan
pada umumnya maupun untuk pengambilan keputusan dalam kurikulum itu sendiri.
Hasil – hasil evaluasi kurikulum juga dapat digunakan oleh guru-guru, kepala
sekolah dan para pelaksana pendidikan lainnya dalam memahami dan membantu
perkembangan peserta didik, memilih bahan pelajaran, memilih metode dan
alat-alat bantu pelajaran, cara penilaian serta fasilitas pendidikan lainnya.
DAFTAR PUSTAKA
Nana Syaodih Sukmadinata,pengembangan kurikulu dan
praktek,remaja rosdakarya:Bandung halaman 102
Nana Syaodih Sukmadinata,pengembangan kurikulu dan
praktek,remaja rosdakarya:Bandung halaman 104
http://yunandra.com/empat-komponen-kurikulum-pendidikan-yunandra
Dalam kurikulum tujuan sangat memegang peranan penting
BalasHapusiya bu ada tiga 4 tujuan bu
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKurikulum merupakan suatu sistem yang saling berinteraksi antara komponen yang satu dengan yang lainnya untuk mencapai tujuan pendidikan
BalasHapustujuan,materi,strategi dan evaluasi terhadap kurikulum
HapusTujuan kurikulum tiap tiap satuan pendidikan harus mengacu ke arah pencapaian tujuan pendidikan nasional.
BalasHapusiya bu apapun yg ada di tujuan istitusional, dan tujuan Instruksional tetaplah bermuara pada tujuan Pendidikan nasional.
HapusTujuan dalam komponen kurikulum memiliki peranan penting karena merupakan arah kemana dan mau dojadikan bagaimana suatu pendidikan
BalasHapusBenar bu oleh sebab itu tujuan2 yg diharapkn haruslah bisa terukur.
HapusKomponen Kurikulum adalah bagian2 yang sangat mempengaruhi dalam merancang suatu kurikulum yang benar.:)
BalasHapuspondasi pendidikan yang baik akan menciptakan hasil yang baik pula.
HapusKomponen kurikulum merupakan suatu sistem,untuk itu antar komponen harus saling berkaitan dan saling mendukung dalam meningkaatkan kualitas pendidikan
BalasHapusiya bu ada saling keterkaitan antara ke lima komponen kurikulum, sehingga tidak bisa terpisah antara satu dengan yang lainnya.
Hapusbnyak beberapa reverensi dari terbentuknya komponen2 kurikulum. mana kah yang sebenarnya ? ada yang mengatakan 4,5, bahkan 6 komponen dari kurikulum ini.
Hapuskalau yang dipelajari dan umum ada 5, mulai dari tujuan,materi,stragtegi,media sampai evaluasi.
HapusDiharapkan dengan adanya komponen dalam kurikulum dapat membuat pembelajaran menjadi lebih terarah
BalasHapusiya bu sesuai dengan tujuan-tujuan yang telah ditetapkan.
Hapuskomponen merupakan bagian yg integral dan fungsional yg tidak terpisahkan dari suatu sistem kurikulum. karena komponen itu sendiri mmpunyai peranan yg sangat penting dlam pembentukan sistem kurikulum.. pada dasarnya kurikulum memang benar sebagai pedoman dan acuan bagi kita tenaga pendidik, tetapi tetap tergantung kepada pelaksanaan kurikulum yg trjadi di lapangan dan kurikulum harus senantiasa di kembangkan dan di sempurnakan agar sesuai dengan laju perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi...
BalasHapuskurikulum disusun dan disesuaikan dengan kebutuhan sekolah masing-masing.
HapusDalam konteks kurikulum evaluasi dapat berfungsi untuk mengetahui apakah tujuan yang telah ditetapkan telah tercapai atau belum, juga digunakan sebagai umpan balik dalam perbaikan strategi yang ditetapkan. Evaluasi pelaksanaan dalam sekolah dapat dilaksanakan persemester maupun pertahun ajaran
BalasHapusYa peranan evaluasi tdk hanya pada proses tetapi jg pd proses pmbljaran.
HapusDengan kurikulum mudahkan untuk melakukan kegintan KBM.
BalasHapusdengan kurikulum yg baik akan menghasilkan proses KBM yang baik pula.
Hapusevaluation to measure all objectives of the curriculum curriculum, both Institutional and Instructional objectives
BalasHapusevaluasi merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam pengembangan kurikulum. Evealuasi merupakan komponen untuk melihat efektifitas pencapaian tujuan. Dalam konteks kurikulum, evaluasi dapat berfungsi untuk mengetahui apakah tujuan yang telah ditetapkan telah tercapai atau belum, atau evaluasi digunakan sebagai umpan balik dalam perbaikan strategi yang ditetapkan.
BalasHapusevaluasi merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam pengembangan kurikulum. Evealuasi merupakan komponen untuk melihat efektifitas pencapaian tujuan. Dalam konteks kurikulum, evaluasi dapat berfungsi untuk mengetahui apakah tujuan yang telah ditetapkan telah tercapai atau belum, atau evaluasi digunakan sebagai umpan balik dalam perbaikan strategi yang ditetapkan.
BalasHapusAdakah bagian- bagian evaluasi untuk mngukur masing2 tujuan
HapusKomponen kurikulum tidak dapat dipisahkan antara satu dengan lainnya, komponen tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh dan dinamis.(your visiting in wait at my blog, pleas)
BalasHapusBenar pak apa bila salah satu kurang mka timpanglh kurikulum itu
HapusAntara komponen yang satu dengan komponen kurikulum yang lain harus saling berkaitan agar mencapai hasil yg maksimal
BalasHapusBenar bu.
HapusKomponen kurikulum sangat bermanfaat untuk pembelajaran dan tidak dapat dipisahkan...
BalasHapusIya pak bila semua sesuai antr msing2 komponen
HapusNah, baik untuk penentuan kebijakan pendidikan pada umumnya maupun untuk pengambilan keputusan dalam kurikulum itu sendiri. 😊
BalasHapus