IMPLEMENTASI KURIKULUM
2013 DI SDN 66/IX SENGETI
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Surat Edaran
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0128/MPK/KR/2013 tanggal 5 Juni 2013
tentang Implementasi Kurikulum 2013 menetapkan bahwa Kurikulum 2013 diimplementasikan
secara bertahap dan terbatas mulai tahun pelajaran 2013/2014. Salah satu
sekolah yang menjadi sasaran/piloting Implementasi kurikulum 2013 adalah SDN
66/IX Sengeti, Setelah melalui evaluasi dan masukan dari berbagai kalangan
pelaksana di sekolah ditemukan beberapa kendala diantaranya kesiapan guru,
ketersediaan buku, dan belum lengkapnya konsep Kurikulum 2013. Mempertimbangkan
pentingnya Kurikulum 2013 dan masih ditemukannya beberapa kendala teknis
tersebut, maka Menteri Pendidikan dan Kebudayaan melalui Peraturan Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 160 Tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum
Tahun 2006 dan Kurikulum 2013, melakukan penataan kembali implementasi
Kurikulum 2013 pada satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah mulai
semester dua tahun pelajaran 2014/2015. Penataan implementasi Kurikulum 2013
meliputi penyempurnaan konsep Kurikulum 2013 dan tahapan implementasi Kurikulum
2013 di satuan pendidikan. Satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah yang
pada tahun pelajaran 2014/2015 baru satu semester menggunakan Kurikulum 2013,
pada semester dua kembali menggunakan Kurikulum Tahun 2006 sampai ada ketetapan
dari Kementerian untuk melaksanakan Kurikulum 2013. Sedangkan Satuan pendidikan
dasar dan pendidikan menengah yang telah melaksanakan Kurikulum 2013 selama
tiga semester tetap menggunakan Kurikulum 2013 dan merupakan satuan pendidikan
rintisan penerapan Kurikulum 2013. Menindaklanjuti kebijakan tersebut Kepala
Badan Penelitian dan Pengembangan,
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Keputusan
Nomor 022/H/KR/2015 tanggal 2 April 2015 telah menetapkan sekolah rintisan
implementasi Kurikulum 2013. Sekolah rintisan tersebut terdiri atas sekolah sasaran, mandiri, dan pelaksana Kurikulum 2013 satu semester yang
telah diverifikasi oleh BAN S/M dan disetujui Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan. Terhadap Sekolah rintisan tersebut, pada tahun anggaran 2015
diberikan pembinaan dalam bentuk pelatihan dan pendampingan Kurikulum 2013.
Pelaksanaan pelatihan Kurikulum 2013 bagi guru dilakukan oleh Badan
Pengembangan Sumberdaya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu
Pendidikan. Sedangkan pendampingan implementasi Kurikulum 2013 dilakukan oleh
Direktorat Pembinaan
SDN 66[IX Sengeti sebagai salah satu sekolah sasaran dalam
Implemntasi Kurikulum 2013, selama perjalanan pelaksanaan Kurikulum 2013 ini
banyak sekali kendala-kendla yang dihadapi pihak sekolah sebagai salah satu
penyelenggara dari kurikulum ini. Berikut adalah beberapa permasalaha yang di
hadapi oleh SDN 660IX sengeti selama menjalankan Kurikulum 2013.
1.
Tidak
ada evaluasi menyeluruh terhadap uji coba penerapan Kurikulum 2013 setelah
setahun penerapan di sekolah-sekolah yang ditunjuk.
3. Kompetensi Spiritual dan Sikap terlalu dipaksakan sehingga menganggu substansi keilmuan dan menimbulkan kebingungan dan beban administratif berlebihan bagi para guru.
4. Metode penilaian sangat kompleks dan menyita waktu sehingga membingungkan guru dan mengalihkan fokus dari memberi perhatian sepenuhnya pada siswa.
5. Ketidaksiapan guru menerapkan metode pembelajaran pada Kurikulum 2013 yang menyebabkan beban juga tertumpuk pada siswa sehingga menghabiskan waktu siswa di sekolah dan di luar sekolah.
6. Ketergesa-gesaan penerapan menyebabkan ketidaksiapan penulisan, pencetakan dan peredaran buku sehingga menyebabkan berbagai permasalahan di ribuan sekolah akibat keterlambatan atau ketiadaan buku.
7. Banyak kesalahan dalam penulisan isi buku khususnya
pada pemetaan KD
8.
Berganti-gantinya
regulasi kementerian akibat revisi yang berulang. Daftar masalah ini menjadi
salah satu pertimbangan Mendibud Anies Baswedan memberlakukan penerapan
kurikulum 2013 terbatas pada sekolah yang telah memakainya selama tiga
semester. Sedangkan sekolah yang baru menerapkan kurikulum 2013 selama satu
semester diimbau kembali memakai KTSP.
9.
Kurangnya
pelatihan bagi guru-guru sehingga masih banyak guru yang belum mengetahui
elemen perubahan dari kurikulum sebelumnya, sehingga banyak guru yang mengajar
masih menggunakan cara pada kurikulum 2006 (KTSP).
Bagaimana cara bpak sebagai guru di SD tersebut menyikapi beberapa kendala yg di hadapi utk k13 itu ?
BalasHapusmasing-masing permasalah tentu ada solusi tergantung dari mana permasalahan itu sendiri datangnya, contoh kalau permasalahannya kurangnya pemahaman guru tentang kurtilas berarti permasalahannya datang dari guru maka guru tersebut bisa meningkatkan kompetensinya baik melalui wadah KKG maupun mengikuti keg pelatihan yang lain.
HapusApa perbedaan kompetensi peserta didik pada Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013
BalasHapusmungkin tidak ada perbedaan hanya pada kurtilas mungkin lebih dipertegas tengtang kompetensi yang harus diperoleh peserta didik,
HapusButuh waktu supaya guru guru kita dapat move on dari ktsp ke k13 😅👍
BalasHapussemua memeng butuh proses pak, agar kita guru siap mengahdapi perubahan kurikulum dalam dunia pendidikan kita.
HapusSetiap perubahan kurikulum pasti memerlukan waktu untuk proses pencapaiannya,kerjasama dari semua pihakyang terkait sangat dibutuhkan
BalasHapusbenar bu keberhasilan suatu kurikulum bukanlah suatu yg instan.
HapusPenilaian yg begitu kompleks sudah tentu sangat menyulitkan guru.bagaimana solusi mensiasati agar guru di sekolah anda menghilangkan kebingungan guru terhadap penilaian tersebut
BalasHapusBanyak jalan menuju roma...bagi guru bsa menyampaikn peemasalah trsebut dalam wadah kkg,meminta bantuan dg guru yg sdh faham akan penilaian dalam kurtilas.
BalasHapusass bpk, pada dasarnya kurikulum 2013 merupakan penyempurnaan kurikulum sebelumnya, dari filosofi diatas mengapa dalam penerapan kurikulum 2013 dapat dikatakan beban berat bagi pendidik dalam menjalankan kurikulum tersebut, sedangkan kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang telah disusun berdasarkan kebutuhan pendidikan nasional. dari permasalahan diatas menurut bpk apa yang kurang dari penerapan k13 jika dilihat dari berbagai sisi tidak hanya dari tenaga pendidik?
BalasHapusseabagimana banyak dijelaskan oleh bnyak pihak, bahwa kurtilas adalah suatu kurikulum yang terkesan dipaksakan sehingga banyak permasalahn2 yang timbul dari pelaksanaan kurtilas ini sendiri, bukan hanya dari PTK yg belum siap, tetapi dari buku2 siswa dan guru yg belum sempurna sampai kepada sistem penilaian yang sangat-sangat menguras waktu dan pikiran guru.
HapusKompetensi Spiritual dan Sikap terlalu dipaksakan sehingga menganggu substansi keilmuan dan menimbulkan kebingungan dan beban administratif berlebihan bagi para guru,ini maksudnya apa ya pak?
BalasHapusbenar bu sebagaimana kita ketahui bahwa dalam penilaian kompetensi sikap spritual dan sisoal bnyak sikap yang harus kita amati, contoh sikap disiplin dari sikap disiplin ini ada indikator yang harus kita amati dan tentu ini membuthkan perhatian khusus, sehingga substansi ilmu dalam hal ini matari tentu kurang tersampaikan, sehingga apa yg menjadi tujuan dari pembelajaran kurang tercapai.
HapusMenurut bapak bagaimana cara memberikan penilaian pada saat pembelajaran berlangsung sementara kita harus fokus kepada peserta didik yang belum paham pelajaran pada saat itu?
BalasHapuspenialain bisa kita lakukan baik dalam proses, dan setelah proses, penilaian yg dilakukan setelah proses untuk mengukur ketercapain siswa terhadap tujuan pembelajaran, penilaian yang dilakukan pada saat proses bisa saja penilaian sikap yang kita tuangkan dalam jurnal pengamatan.
Hapus
BalasHapusGuru sebagai pelaku utama dalam dunia pendidikan harus siap dengan segala perubahan kebijakan, meskipun tidak kita sukai. Saat ini yang dibutuhkan adalah peran nyata, untuk terus melakukan sosialisasi kurikulum 2013, agar para guru benar-benar siap mengimplementasikannya.
memang pada awal pelaksanaan kurtilas banyak pihak yang menolak kehadirannya lebih khusus lagi para guru, selain banyak yg harus disiapkan baik dari segi penilaian maupun yang lainnya, tetapi seiring waktu semakin mantapnya kurtilas dg semua penyempurnaanya kita guru sudah bisa menyesuaikan diri dg kurtilas ini.
HapusDalam implementasi kurikulum pada sat penanaman sikap diri siswa tidak mendapatkan respon dan kemandirian siswa tidak terarah sikap ketergantungn satu sama lain sulit di hilangkan
BalasHapusdisitulah peran guru dalam merancang suatu proses pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk percaya diri dalam segala hal, baik penyelesaian tugas ataupun kemandiriannya.
HapusKompetensi sikap spritual dan sosial yang diberikan itu hanya referensi bukan sebuah keharusan tapi diserahkan kepada sekolah dan disesuaikan dengan kondisi sekolah.
BalasHapusberdasarkan latar belakang kurtilas, bahwa semakin merosotnya moral dan ahlak pada kaum muda sekarang khususnya siswa dan siswi, maka pemerintah mengedepankan khusus sikap spritual dan sosial khususnya dalam penilaian terhadaop peserta didik.
HapusImplementasi kurikulum 2013 menuntut guru lebih aktif,kreatif,dan kreatif.Bagaimana cara mekestarikan dan mempertahankan budaya tersebut ?
BalasHapussaya rasa apapun kurikulum yg kita gunakan, aktif, kreatif, dan inovatif harulah guru miliki,guru garus lagi mencari-dan mencari kreasi2 baru dalam pembelajaran.
HapusDalam implementasi kurikulum 2013 ini tentunya guru dituntut untuk lebih meningkatkan kinerjanya. Pengetahuan, keterampilan, dan sikap dari pendidik ini sangat diperlukan agar dapat melaksanakan kurikulum 2013 sesuai dengan amanat kurikulum. Bukankah untuk menciptakan generasi berpengetahuan tinggi, berketerampilan, dan berkarakter bagus diperlukan guru yang pengetahuan, keterampilan, dan karakternya dapat diandalkan
BalasHapusbenar bu aktif,kreatif, inovatif dan berkarakter yang baik haruslah dimiliki guru dalam melaksanakan kurtilas ini.
Hapusmencakup segala aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai. Dengan demikian akan dapat memantau perkembangan kemampuan siswa;
BalasHapusdi setiap aspek nilai yg diharapkan terdapat berbagai tehnik penilaian, baik itu sikap spritual dan sosial, keterampilan maupun pengetahuan.
HapusKurikulum 2013, menuntut guru untuk menjadi lebih kreatif dan inovatif. Artinya, guru harus menjadi manusia pembelajar. Permasalahannya, masih banyak guru yang belum mau menjadi manusia pembelajar. Padahal, seorang guru dituntut untuk terus menambah pengetahuan dan memperluas wawasannya, terlebih setelah diberlakukannya kurikulum 2013.
BalasHapusjadi ingat program pak menteri kita yang lama, pak anis salah satu program beliah adalah guru pembelajar,guru yang ideal yang terus belajar dan mengembangkan (upgrade) diri di setiap saat dan di manapun. Guru terus belajar dan mengembangkan diri bukan untuk pemerintah atau kepala sekolah, tapi memang sejatinya setiap pendidik atau guru adalah pembelajar
Hapussetiap suatu hal yg baru pasti memiliki hambatannamun dengan adanya Perubahan kurikulum KTSP menjadi kurikulum 2013 ini memang merupakan suatu langkah maju dari pemerintah Indonesia untuk menciptakan generasi yang lebih baik dan berkualitas.
BalasHapusbagaimana proses kurikulum bisa trlaksana dengan baik jika kurangnya pelatihan bagu guru-guru yang belum mengetahui atau memahami elemen perubahan dari kurikulum sebelumnya sehingga masih bnyak trdapat sbaguan guru mengajar dengan menggunakan cara atau metode lama yaitu kurikulum 2006 (KTSP)..
BalasHapusitu adalah satu permasalahan dari pelaksanaan, jumlah guru yang banyak mungkin dengan anggaran yang terbatas sehingga blm semua guru tersentuh pelatihan kurtilas ini.
HapusBagaimana penilaian pembelajaran dalam kurukulum 2013?
BalasHapusmemang penilaian dalam kurtilas membutuhkan tehnik dan waktu sehingga guru harus lebih ekstra untuk penilain kurtilas ini.
HapusDengan memperhatikan hasil survei yang bapak lakukan dapat diketahui bahwa sekolah tersebut belum siap melaksanakan kurikulum 2013 ini ditandai dengan tidak siapnya guru tidak siapnya sarana dan tidak siapnya penilaian yang dilakukan. Untuk perlu pemahaman guru dan stekholder yang ada terhadap kurikulum 2013 dan implementasinya
BalasHapusdiawal memang sekolah saya blm siap, ini dibuktikan dengan peaturan bhwa sekolah boleh memilih mau lanjut ke kurtilas atau kembali k ktsp, kami sepakat kembali k ktsp, tapi seiring waktu sekolah saya mulai berangsur2 mulai memahami kurtilas ini.
HapusNah, Ketidaksiapan guru menerapkan metode pembelajaran pada Kurikulum 2013 yang menyebabkan beban juga tertumpuk pada siswa sehingga menghabiskan waktu siswa di sekolah dan di luar sekolah.😊
BalasHapusMemang k-13, sudah dihadapan kita, tinggal kita yg menyikapi bagaimana cara melaksanakanya disekolah agar tercapainya pembelajaran yg efektif dan berkualitas...wslm...
BalasHapusTransisi kurikulum ini memang jd kendala dalam penerapan nya namun ketidak siapa itu jangan menjadi problem kita sebagai pendidik, sehingga apapun model terbaru itu justru menambah semangat baru bagi kita
BalasHapusKetidaksiapan guru menerapkan metode pembelajaran pada Kurikulum 2013 yang menyebabkan beban juga tertumpuk pada siswa. Dari permaslah itu menurut pendpat anda bagaimna cara mengatasi maslah tersebut?
BalasHapus